Modus Kejahatan Baru: Maling Pulsa, Salah Provider atau CP?

Penyedotan Pulsa oleh Content Provider, Polisi Surati Operator

Jakarta – Aparat Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya langsung menindaklanjuti laporan Feri Kuntoro atas penyedotan pulsa yang diduga dilakukan perusahaan content provider (CP). Polisi segera menyurati operator yang bekerjasama dengan CP. “Langsung kita tindaklanjuti laporannya. Tadi pelapor sudah langsung kita BAP,” kata Kepala Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya AKBP Wisnu Hermawan

Saat ditanya kejahatan apa yang dilakukan CP atas laporan Feri, Wisnu belum bisa mengatakannya. Wisnu mengatakan, pihaknya akan menganalisa lebih dulu laporan Feri. “Kita belum bisa kejahatannya apa, apakah dalam bentuk pencurian atau penipuan. Nanti kita dalami dulu,” terang dia.

Pihaknya juga belum bisa memastikan siapa yang bertanggungjawab dalam kasus Feri itu. Untuk itu, pihaknya melayangkan surat kepada operator guna mengetahui bagaimana perjanjian operator dengan CP itu. “Kita akan hubungi Telkomsel dulu untuk mengetahui CP-nya ini siapa dan bagaimana perjanjian mereka,” terang Wisnu.

Wisnu menambahkan, kasus tersebut bukan kejahatan biasa. Sehingga pihaknya memerlukan saksi-saksi ahli untuk menentukan unsur pidana dalam kasus tersebut. “Karena kan ini menyangkut bukan tindak pidana biasa tetapi tindak pidana khusus, makanya kita harus gunakan ahli. Salah satunya dari operatornya,” ujar dia. Sebelumnya diberitakan, Feri Kuntoro (36), warga Matraman, Jakarta Timur melapor ke Polda Metro Jaya sidang tadi. Feri melaporkan kecurangan CP yang telah menyedot pulsanya sehingga ia harus membayar tagihan ke pihak operator sekitar Rp 450 ribu sejak Maret-September 2011.

Feri mengatakan, tagihan perbulan dari kartu pascabayar Halo-nya mencapai rata-rata Rp 180-200 ribu setelah mengikuti iklan undian CP yang ditayangkan di salah satu televisi swasta pada Maret 2011 lalu. Permasalahannya, ketika Feri ingin berhenti berlangganan, ia tidak dapat melakukan unreg, sehingga tagihannya setiap bulan terus mengalir untuk membayar SMS content tersebut.
http://www.detiknews..com/read/2011/…r#queryString#

Menkominfo Usut Pencurian Pulsa, Salah Operator atau CP?

Jakarta – Seluruh operator seluler di Indonesia dikumpulkan di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Pertemuan itu membahas soal pencurian pulsa yang akhir-akhir ini dikeluhkan masyarakat. “Iya, tapi saya belum dapat laporan. Bahas pencurian pulsa, kan itu kriminal jadi kami akan cek masalahnya di mana,” kata Menkominfo Tifatul Sembiring.

Hal itu disampaikan Tifatul usai menghadiri upacara peringatan HUT TNI di Cilangkap, Jakarta, Rabu (5/10/2011). Tifatul mengatakan, sebenarnya soal pencurian pulsa ini sudah pernah ditanyakan ke pihak operator. Namun sejauh ini, belum ada kejelasan soal bagaimana masalah sebenarnya. “Sebelum ini sudah pernah diingatkan dan ditanyakan tapi tidak jelas. Nah, sekarang kita kumpulkan apakah kesalahan terjadi di operator atau content provider (CP) yang nakal,” kata Tifatul.

Pencurian pulsa atau penyedotan pulsa dengan dalih konten itu sebenarnya sudah cukup lama terjadi dan dikeluhkan masyarakat. Berdasar keprihatinan ini, sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Lingkar Studi Mahasiswa (Lisuma) Jakarta, membuka sebuah posko aduan pencurian pulsa. Posko ‘bergerak’ itu setiap hari berpindah lokasi. Masyarakat yang mendatangi posko tersebut tersebut tidak sedikit. Mereka berbondong-bondong mendatangi posko untuk mengadukan pengalamannya.
http://www.detiknews..com/read/2011/…991101mainnews

Protes Pencurian Pulsa, Mahasiswa Bakar Kartu Perdana di Kemkominfo

Jakarta – Kartu perdana setiap operator seluler dibakar di depan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Aksi tersebut sebagai bentuk protes pencurian pulsa yang diduga dilakukan oleh masing-masing operator dalam berbagai modus seperti SMS kuis.

“Tiap hari SMS yang dicuri mencapai Rp 300 juta/operator. Itu dilakukan kepada semua pelanggan, merata melalui berbagai modus SMS kuis dan lain-lain,“ kata Triyanto, koordinator aksi dari Lingkar Studi Mahasiswa Jakarta (Lisuma) usai aksi di depan gedung Kemenkoinfo, Jl Medan Merdeka Barat
Hanya saja, masyarakat tidak akan mengira pulsanya dicuri. Sebab, tiap nomor dibobol pulsanya pada kisaran Rp 3.000 hingga Rp 5.000 perhari. “Jumlahnya sedikit, tapi kalau ditotal sampai ratusan juta,“ tandas Triyanto.

Saat ini, Triyanto sedang mengumpulkan pengaduan masyarakat yang menjadi korban pencurian pulsa. Mereka keliling dari tempat keramaian dan akan mendata untuk dibawa ke ranah hukum. “Hasilnya akan kita bawa ke wilayah hukum. Bentuknya bisa ganti rugi atau class action. Sudah 3 hari kami membuka posko pengaduan, 118 orang mengaku pulsanya dicuri. Itu belum termasuk yang lewat telepon, Facebook maupun Twitter,“ tukasnya.

Dalam aksi bakar pulsa tersebut, belasan polisi berjaga di depan gedung kementerian. Pintu utama sempat ditutup untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Usai beraksi sekitar 60 menit, massa bubar dengan sendirinya.
http://www.detiknews..com/read/2011/…fo?nd992203605

——————-

Yang punya M3 hati-hati kalau ada menerima SMS dari nomor 3939, begitu eloe balas, langsung kesedot. Dalam kasus ini, jelaslah provider INDOSAT yang punya M3 yang cuek aja, ikut bersalah! Sebab pastilah ada kerjasama dengan ‘content provider’. Gua saja, langsung ganti ke provider lainnya, kapok dengan M3 INDOSAT itu. Dan, M3 paling banyak memiliki anggota CP itu di langganannya, dan kurang ajarnya, samasekali tuh proviser tidak minta izin sama sekali sama pemilik M3, langsung di transfer begitu aja! 

REF:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10823945

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s